|
|
 |
 |
|
Monday, February 20, 2006

Setengah dari postingan ini saya tulis di bandara. Pake pena ijau cintah. P/s: Cintah, kamu sadar ga pena ijau km ada dlm tas aku ;)
Sebak dan gerimisnya hati saya melihat pesawat Cintah dari jauh. Saya di ujung bandara menunggu pesawat saya jam 9 malam. Dan saya masih punya 4 jam lagi untuk berangkat. Dan jam segitu pastinya Cintah sudah di rumah. Saya membuka helaian pertama novel Ayat-Ayat Cinta. Memang pas sekali. Panasnya sama. "Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi" Air mata saya tumpah atas helaian pertama menjadi tumpuk-tumpuk basah. Jaket pemberian Cintah saya peluk erat. Baunya masih melekat. Kilas balik memori saya selama 3 hari bersama Cintah. Jumat, tanggal 17 Februari bermulanya hari indah saya. Jam setengah 11 saya siap sampai dulu di bandara. It's a long journey. Dua tas hitam saya tak terasa beratnya. Dan tak terniat di hati untuk duduk menunggu. Saya lebih rela berdiri. Terasa waktu terhenti-henti. Tiap orang yang lewat saya tatap penuh. Bukan Cintah. Bukan Cintah. Dan memang bukan Cintah. Saya bisa saja menunggu 4 bulan untuk pertemuan ini. Tetapi kenapa 4 jam ini terasa berat? Jam setengah 4 saya masih berdiri. Dan jantung berhenti berdetak saat saya melihat memang Cintah dari jauh. Saya langsung berlari mendapatkan Cintah, memeluk, dan dibalas erat. Memang itu Cintah. Saya paling senang saat dia ngelucu. Saat dia ketawa, dan tiap kata-katanya membuat saya senang. 21, 38, 45. 16, 30,19, 25? Tak pasti berapa. Dia bisa menjadi siapa saja. He's my colours. Lapar dan lelah saya hilang saat menatap Cintah. Saya mendapat begitu banyak kejutan. Tak menyangka, boneka singa yang saya belikan buat Cintah, dibalas dengan boneka singa juga,tapi di dalamnya ada kejutan yang lain. Terharu, anting2 S W saya yang patah dulu diganti lagi. Begitu banyak kejutan dari Cintah. Tapi yang lebih berarti sebenarnya lebih dari itu. Saya tak terharu diganti anting-anting huruf lagi,tapi terharu kalau kuping kanan saya ada nama dan dipakaikan Cintah. Dan, tak dapat saya ucapkan sebarang kata-kata saat saya dipakaikan kalung yang dititip ibunya. Terima kasih ibu. Dan buat Cintah, apalah artinya sebuah buku yang bagus jika dinilai dari kesungguhan Cintah yang saya tahu dari awal tak suka membaca ;). Apalah artinya isi buku yang bagus kalau ada penanda buku desain dari foto kita dan saya tahu tiap pemberian dari Cintah lebih sejuta ikhlasnya. Apalah juga artinya kaos biru itu tanpa desain dari kata-kata cinta kita ;) Ah. Tiap detik itu berarti. Masih ingat saat kita bergandengan tangan yang erat melewati lampu neon, dan jalan penuh sesak dengan bule dan turis yang laen? Masih ingat saat kita makan di warung jalanan? Atau makan nasi di foodcourt itu? Masih ingat saat kita duduk ngobrol di depan Planet Holiwud sambil ketawa dan ngebahas future? Masih ingat saat kita ketawa bersama sambil nyanyi lagu-lagu jaman dulu di bawah pohon? Saat-saat itu indah tau! ;) Dan malam itu saya jatuh sakit, kecapean, dan Cintah keluar sendiri ke toko di bawah belikan obat. Saya: "Bawa paspor kamu yank". Cintah: "Ouh ia yah" Saya: "Beliin aku panadol sama ENO, E. N . O. Kamu tau kan? Beli yang biru sama yang ijo yah cintah". Cintah: " ENO? Eno Netral?" Saya : :P Saat saya sakit, Cintah masih bisa membuat saya ketawa. Dan Cintah langsung buru-buru keluar bersama tas bali-nya. Lalu Cintah :-* Lebih dari sejuta kenangan saya bersama Cintah. Lebih dari sejuta kata-kata Cintah untuk meyakinkan saya bahwa "CUMA DIA" "emang orang laen tau payahnya aku kalo ween ngambek?" Dan semoga, Cintah tak hanya pulang bersama kebaya biru buat nyokap. Tapi pulang bersama niat saya yang tulus untuk hubungan yang lebih serius. Tak pulang bersama cerita ketemu Tante Yuli dan teman SMP di stasiun ya yank ;) Tak harus bersedih untuk pilihan tepat, tapi harus lebih serius untuk bisa hidup bersama. Amin. Terima Kasih Cintah. Aku sayang kamu.
Posted at 09:47 pm by tapakrasa
Permalink
Tuesday, February 14, 2006

Jadi begini nih kalau ada pertemuan. Tiap-tiap org mau keliatan cantik. Uh begitu kuch kuch ho ta hey skali. Aih. Critanya saya akan melewati wiken paling sibuk sejagat raya. Terima kasih Air Asia. (akan saya balas segala rasa kangen yang pernah ada).
"mereka-reka rencana,apa kita akan buat,jika ada perjumpaan..woo hooooo hoooo"
(cintah,lagunya bikin turn off ga si? :D)
Posted at 10:35 pm by tapakrasa
Permalink
Sunday, January 29, 2006
dudududududu~~~
du du du du du ~~~~ du du du du
kembalikan hatiku spt semula du du du~~~
Posted at 11:56 pm by tapakrasa
Permalink
Sunday, January 01, 2006
Sayonara? Tidak. Saya sayang 2005. Tunggu saja ceritanya.

Posted at 07:40 am by tapakrasa
Permalink
Monday, December 19, 2005
---------------------SAYA MAHU HIASTUS DULU-------------------------
Posted at 05:27 am by tapakrasa
Permalink
Monday, December 12, 2005
Kenapa perasaan ini harus ada?
kenapa harus begitu?
Kenapa?
Kenapa?
dan andai saya tahu kenapa.....
Ah. Tak tengungkapkan.
Mungkin saya harus pergi.
Terima kasih semua.
Saya pergi dan tak mungkin ke sini lagi.
Tidak ada ween lg.
Saya pamit. Kali ini saya sungguh.
Posted at 07:22 am by tapakrasa
Permalink
Friday, December 09, 2005
Helloo........
Hey~~dunia!!
Dia kembali! Lelaki putih bermata entah biru apa hijau saya sendiri tidak pasti.
Apapun dia kembali. James Blunt kembali di depan pintu pejabat saya. Hahahaha.Tadi siang kapalnya di situ!
Haha. Yang saya pasti sudah banyak kapal-kapal kecil di depan jendela saya. Tidak ada lagi bayang-bayang kapal armada dari Australia itu. Besarnya mungkin 10 kali lebih besar dari pejabat saya. Betapa besar sehingga pejabat saya dibayangi kapal bewarna abu-abu dengan cet biru berbintang merah. Hampir semua lelaki-lelaki dari kapal itu botak dan bertatu. Aih. Lebih baik James Blunt yang berbadan putih bersih tapi item kerna sunburn.
*lirik-lirik Cintah. Ihi. Bukankah mata itu karunia Sang Pencipta? Nikmati saja segala indahnya dunia asal hati ttp pada yang satu. ;)
Hep. Apapun, ada satu hal yang cukup menarik hari ini. Saya betul-betul menikmati kerja saya sekarang untuk 13 hari lagi. Sekurangnya tadi pagi saya sadar kalau saya telah mewarna dunia. Pulau ini seperti diwarnai saya. Ada 2 bilboard besar di tengah bandar besar yang desainnya 100% dari saya. Siang dan malam ia tetap di situ. Ada juga di skrin besar di tengah kota. Walau cuma iklan yang tidak lebih dari 10 detik, itu cukup buat saya bahagia.
Saya masih ingat kali pertama masuk kerja. Betapa bodoh untuk saya mengenal yang namanya "Cyan Magenta", yang saya tau cuma di skrin. Memang kerja saya bukan untuk graphic. Tapi tak salah membantu. Tiep desain saya pas, tapi productionnya gagal total. Ampun. Saya tidak pernah belajar itu. Maafkan saya.
Namanya juga belajar. Dan saya telah belajar. Walau kebodohan ttp menjadi bayang-bayang hidup perempuan bernama Ween, hey!!! saya berjaya. ;)
Ah, penggal-penggal kurun kebodohan telah saya lewati.
Saatnya menunggu kerja baru yang lebih banyak cobaan dan ujian. Apa saya siap untuk itu?
Ah. Kata bunda, mahu 1000 daya, tak mahu 1000 dalih.
Doakan saya teman-teman!! Cintah juga ya?
Selamat berhujung minggu.
Clik. Tut...tut... tut.....
Eh sebentar,,,,,belum saatnya saya pergi.
Ada sedikit kata-kata melankolis dari perempuan ini.
Cintah, aku kangen! Cintah, ,,hati ini buat kamu. Cuma buat kamu ;)
(Sesungguhnya saya bukan perempuan yang romantis. Masih saja tidak pandai mengungkapkan bahasa cinta, ah asal saya senang,Cintah juga senang)
Haha. Saya pamit.
Clik. Tut...tut... tut.....
Posted at 06:49 am by tapakrasa
Permalink
Wednesday, December 07, 2005
Rumah warna putih itu sepi sekali. Walau ramai penghuni tapi saya tetap merasa sepi. Lebih sepi dari hidup saya.
Baunya paling saya benci. Menjadi penghuni rumah itu dari jam 5 pagi sampe jam 9 malam membuat saya tersiksa. Siksah. ARGHHH!! Apa ada kata-kata yg laen? Menderita? Suffering kata org rambut blonde?
Saya seperti ada di dunia lain. Saya tak merasa punya tulang lagi. Tidak punya kuping,rambut, lidah, hidung, bibir. Seluruh tenaga entah kemana. Waktu itu saya merelakan apa saja. Mau dibunuh juga saya tidak bisa apa-apa. Nyamuk juga tak bisa saya melawan. Saya berserah walau saya sadar amal ibadah saya,umur saya, dan jalan saya yang masih jauh, tapi bisa apa kalau memang ajal menanti. Kalau memang saat itu adalah tugas malaikat Izrail, apa lagi yang saya bisa?
Saya coba mengawal pikiran. Coba untuk bertenang. Dan soal hidup mati tetap d pikiran. Ada ciuman hangat di pipi. Ciuman bunda lalu dia berbisik. "Sabar,,,ingat Tuhan"
Deras tetes air yang masuk ke badan saya sama derasnya tetes air mata saya.
....................................................
ah. tak terungkap-kan.
nanti ada tetes lagi.
Posted at 07:12 am by tapakrasa
Permalink
Friday, November 25, 2005
Langit tak selalu kelabu.
Hidup tiba-tiba berubah. Dan saya betul-betul tidak betah lagi untuk di sini terus. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHHAHAHA. Mari ketawa. Akhirnya Tuan Manager saya tewas.
Buat kali ke-3 akhirnya surat saya diterima.
Umph. 1 month notice itu lama.
Dan saya bakal meninggalkan tempat ini. Tidak ada lagi James Blunt dan kapalnya :(.
Lelaki putih yang menggiurkan itu pasti merindui saya. Lho?? Atau saya yang merindui? Aih.
Posted at 06:14 pm by tapakrasa
Permalink
Saturday, November 12, 2005
Di luar jendela air laut warna abu-abu. Laut jadi putih. Saya masih menunggu kalau lelaki dari Canada itu keluar dari Amanda. Lelaki? Sosok tubuhnya yang jarang memakai baju itu saya yakin umurnya 27-30 tahun. Gondrong, punya jenggot penuh. Canada? Mungkin dari Canada, ada bendera Canada di luar Amanda. Amanda mungkin nama cinta matinya. Mantan? Ya mungkin. Atau nama ibunya. Ya mungkin. Atau nama anak perempuannya? Ya mungkin.
Saya tidak pernah tahu nama lelaki itu. Mistirius sekali. Atas alasan saya juga cinta mati sama James Blunt, juga cinta mati pada lagu You're Beautiful, cukup saya namakan lelaki itu James. Haha. Memuja dari jauh. Lelaki itu mirip James Blunt di musik video You're Beautiful. Persis sekali. Tampang lelaki itu juga memberi penampakan yang sedih. Ditinggalkan cintah, lalu menjual rumah,kulkas,tivi dan segala isi rumah, lalu membeli sebuah bot warna putih dicet nama Amanda,lalu menjadi pengembara lautan.
Aih. Begitu besar cintanya.
Minggu kmaren dia sempat melihat saya dari jendela pejabat. Terdetik di hati mahu melambai tangan lalu memberi flying kiss. Huahua. Kebodohan waktu itu sukar dikawal. Yah,sapa tau kalo nanti nama Amanda dicet ganti nama Aween. ;)
Aih. Hidup penuh khayalan.
*lalu terbang ke langit tujuh.
Apapun, sekarang saya sadar kalau saya masih betah di situ. Whut a nice view. 150 meter dari jendela pejabat yang paling indah.
*nyanyi-nyanyi....
You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw you face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.
Posted at 10:20 am by tapakrasa
Permalink
|
|
|