Sunday, January 29, 2006
du du du

 

dudududududu~~~

du du du du du ~~~~ du du du du

kembalikan hatiku spt semula du du du~~~


Posted at 11:56 pm by tapakrasa
Comment (1)  

Sunday, January 01, 2006
Sayonara?

 

Sayonara? Tidak. Saya sayang 2005. Tunggu saja ceritanya.


Posted at 07:40 am by tapakrasa
Comments (5)  

Monday, December 19, 2005
So long.

---------------------SAYA MAHU HIASTUS DULU-------------------------

 


Posted at 05:27 am by tapakrasa
Comments (5)  

Monday, December 12, 2005
Kenapa

Kenapa perasaan ini harus ada?

kenapa harus begitu?

Kenapa?

Kenapa?

dan andai saya tahu kenapa.....

Ah. Tak tengungkapkan.

 

Mungkin saya harus pergi.

Terima kasih semua.

Saya pergi dan tak mungkin ke sini lagi.

Tidak ada ween lg.

Saya pamit. Kali ini saya sungguh.


Posted at 07:22 am by tapakrasa
Comments (3)  

Friday, December 09, 2005
KEMBALI!!! DIA KEMBALI~!

Helloo........

Hey~~dunia!!
Dia kembali! Lelaki putih bermata entah biru apa hijau saya sendiri tidak pasti.
Apapun dia kembali. James Blunt kembali di depan pintu pejabat saya. Hahahaha.Tadi siang kapalnya di situ!
Haha. Yang saya pasti sudah banyak kapal-kapal kecil di depan jendela saya. Tidak ada lagi bayang-bayang kapal armada dari Australia itu. Besarnya mungkin 10 kali lebih besar dari pejabat saya. Betapa besar sehingga pejabat saya dibayangi kapal bewarna abu-abu dengan cet biru berbintang merah. Hampir semua lelaki-lelaki dari kapal itu botak dan bertatu. Aih. Lebih baik James Blunt yang berbadan putih bersih tapi item kerna sunburn.

*lirik-lirik Cintah. Ihi. Bukankah mata itu karunia Sang Pencipta? Nikmati saja segala indahnya dunia asal hati ttp pada yang satu. ;)

Hep. Apapun, ada satu hal yang cukup menarik hari ini. Saya betul-betul menikmati kerja saya sekarang untuk 13 hari lagi. Sekurangnya tadi pagi saya sadar kalau saya telah mewarna dunia. Pulau ini seperti diwarnai saya. Ada 2 bilboard besar di tengah bandar besar yang desainnya 100% dari saya. Siang dan malam ia tetap di situ. Ada juga di skrin besar di tengah kota. Walau cuma iklan yang tidak lebih dari 10 detik, itu cukup buat saya bahagia.

Saya masih ingat kali pertama masuk kerja. Betapa bodoh untuk saya mengenal yang namanya "Cyan Magenta", yang saya tau cuma di skrin. Memang kerja saya bukan untuk graphic. Tapi tak salah membantu. Tiep desain saya pas, tapi productionnya gagal total. Ampun. Saya tidak pernah belajar itu. Maafkan saya.

Namanya juga belajar. Dan saya telah belajar. Walau kebodohan ttp menjadi bayang-bayang hidup perempuan bernama Ween, hey!!! saya berjaya. ;)
Ah, penggal-penggal kurun kebodohan telah saya lewati.
Saatnya menunggu kerja baru yang lebih banyak cobaan dan ujian. Apa saya siap  untuk itu?

Ah. Kata bunda, mahu 1000 daya, tak mahu 1000 dalih.
Doakan saya teman-teman!! Cintah juga ya?

Selamat berhujung minggu.

Clik. Tut...tut... tut.....

Eh sebentar,,,,,belum saatnya saya pergi.
Ada sedikit kata-kata melankolis dari perempuan ini.

Cintah, aku kangen! Cintah, ,,hati ini buat kamu. Cuma buat kamu ;)
(Sesungguhnya saya bukan perempuan yang romantis. Masih saja tidak pandai mengungkapkan bahasa cinta, ah asal saya senang,Cintah juga senang)
Haha. Saya pamit.

Clik. Tut...tut... tut.....

Posted at 06:49 am by tapakrasa
Comments (8)  

Wednesday, December 07, 2005
Title: tidak ada


Rumah warna putih itu sepi sekali. Walau ramai penghuni tapi saya tetap merasa sepi. Lebih sepi dari hidup saya.
Baunya paling saya benci. Menjadi penghuni rumah itu dari jam 5 pagi sampe jam 9 malam membuat saya tersiksa. Siksah. ARGHHH!! Apa ada kata-kata yg laen? Menderita? Suffering kata org rambut blonde?

Saya seperti ada di dunia lain. Saya tak merasa punya tulang lagi. Tidak punya kuping,rambut, lidah, hidung, bibir. Seluruh tenaga entah kemana. Waktu itu saya merelakan apa saja. Mau dibunuh juga saya tidak bisa apa-apa. Nyamuk juga tak bisa saya melawan. Saya berserah walau saya sadar amal ibadah saya,umur saya, dan jalan saya yang masih jauh, tapi bisa apa kalau memang ajal menanti.  Kalau memang saat itu adalah tugas malaikat Izrail, apa lagi yang saya bisa?
Saya coba mengawal pikiran. Coba untuk bertenang. Dan soal hidup mati tetap d pikiran. Ada ciuman hangat di pipi. Ciuman bunda lalu dia berbisik. "Sabar,,,ingat Tuhan"

Deras tetes air yang masuk ke badan saya sama derasnya tetes air mata saya.

....................................................

ah. tak terungkap-kan.


nanti ada tetes lagi.

Posted at 07:12 am by tapakrasa
Comments (5)  

Friday, November 25, 2005
Langit tak selalu kelabu.

Hidup tiba-tiba berubah. Dan saya betul-betul tidak betah lagi untuk di sini terus. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHHAHAHA. Mari ketawa. Akhirnya Tuan Manager saya tewas. Buat kali ke-3 akhirnya surat saya diterima. Umph. 1 month notice itu lama. Dan saya bakal meninggalkan tempat ini. Tidak ada lagi James Blunt dan kapalnya :(. Lelaki putih yang menggiurkan itu pasti merindui saya. Lho?? Atau saya yang merindui? Aih.

Posted at 06:14 pm by tapakrasa
Comments (6)  

Saturday, November 12, 2005
Parking Lot.


Di luar jendela air laut warna abu-abu. Laut jadi putih. Saya masih menunggu kalau lelaki dari Canada itu keluar dari Amanda. Lelaki? Sosok tubuhnya yang jarang memakai baju itu saya yakin umurnya 27-30 tahun. Gondrong, punya jenggot penuh. Canada? Mungkin dari Canada, ada bendera Canada di luar Amanda. Amanda mungkin nama cinta matinya. Mantan? Ya mungkin. Atau nama ibunya. Ya mungkin. Atau nama anak perempuannya? Ya mungkin.

Saya tidak pernah tahu nama lelaki itu. Mistirius sekali. Atas alasan saya juga cinta mati sama James Blunt, juga cinta mati pada lagu You're Beautiful, cukup saya namakan lelaki itu James. Haha. Memuja dari jauh. Lelaki itu mirip James Blunt di musik video You're Beautiful. Persis sekali. Tampang lelaki itu juga memberi penampakan yang sedih. Ditinggalkan cintah, lalu menjual rumah,kulkas,tivi dan segala isi rumah, lalu membeli sebuah bot warna putih dicet nama Amanda,lalu menjadi pengembara lautan.
Aih. Begitu besar cintanya.

Minggu kmaren dia sempat melihat saya dari jendela pejabat. Terdetik di hati mahu melambai tangan lalu memberi flying kiss. Huahua. Kebodohan waktu itu sukar dikawal. Yah,sapa tau kalo nanti nama Amanda dicet ganti nama Aween. ;) 
Aih. Hidup penuh khayalan.
*lalu terbang ke langit tujuh.

Apapun, sekarang saya sadar kalau saya masih betah di situ. Whut a nice view. 150 meter dari jendela pejabat yang paling indah.

*nyanyi-nyanyi....

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw you face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.



Posted at 10:20 am by tapakrasa
Comments (7)  

Thursday, October 20, 2005
Pesalah.




Police Station. 3 pm.
Dap Dip Dup.
Kali ke 2 saya ke sini sejak 6 bulan lepas. Perasaannya campur campur. Takut juga ada.
Situasi CSI seperti di tv. Atau NYPD Blue. Ada seorang bandit yang begitu lucu walao banyak parut2 di muka. Ah ttp saja penjenayah!! pesalah!!
haha. bodoh. Tapi pesalahnya tidak di situ. Saya yakin manusia-manusia di balik cermin itu bukan pesalah 6 bulan lepas. Lalu memberi laporan kepada si buncit berkumis yang punya pistol di pinggang. Pulang dr situ, saya langsung buka2 yellow pages. Besok saya harus blajar tae wan do.
Harus. Bumi tidak selamat. Apalagi untuk saya.


Wet Market. 4:30 pm
Dasar kesialan dan kegilaan di mana-mana. Sekali lagi saya diikut sampe ke rumah.

Jadi bagaimana? Tae wan do? pistol? gun? atau bodyguard?

Oke. Besok saya harus punya pistol. Harus.

Posted at 09:16 am by tapakrasa
Comments (4)  

Tuesday, October 18, 2005
pagi dan abu-abu

bangun pagi. dan warna jadi abu-abu. sore. warnanya ttp abu-abu. mlm. langsung gelap. hari memang tak bewarna. sejak kmaren? hidup mmg grayscale. -sekarang-

Posted at 10:10 pm by tapakrasa
Make a comment  

Previous Page Next Page

Image hosted by Photobucket.com

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed