Wednesday, August 30, 2006
Im moving

Encik, Cik, Tuan, Puan, Dato' Datin, Ibu, Bapak, Miss. Mr. Mrs. Sir
Saya telah berpindah. Please go to :


Posted at 02:43 am by tapakrasa
Make a comment  

Sunday, August 27, 2006
Man, U make my day

Saya tak tahu sejauh mana virus Siti dan Datuk K terbang. Cukup sampai Jakarta? Riau? Belanda? New York? Royal Albert Hall? Uganda?  Yang saya tahu Malaysia sudah cukup dengan demam Siti. Dari siaran live di tv hingga ke newspaper, semua jadi tajuk utama dan demamnya cukup sampai pejabat saya. Tak cuma itu, ada dua orang teman sepejabat yang mahukan saya superimpose personal photo dalam gaun pengantin siti. Hah?

Dan pagi tadi, ada sesuatu yang menarik di inbox saya. Forward email dari teman dekat saya, dan isinya juga sama. Same guy, same creativity, and really; he makes my day. Jelas sekali anak indo. Waktu pertama email yang saya dapat dengan judul : sukses di ibukota. Tak kering gusi saya ketawa.
 



Dan pagi tadi dengan super impose siti nurhaliza, saya ketawa lagi. Memang betul virus Siti sudah terbang lebih jauh dari sini.



Entah ini kerja lagi iseng atau memang hobinya. Apapun, saya ucapkan: tahniah. Sekurangnya ada makhluk Tuhan yang benar-benar ketawa.
To that funny Man:  u make my day. keep on ur work :D



Posted at 09:39 pm by tapakrasa
Make a comment  

Thursday, August 24, 2006
Yes No Alright Thank You Fuck You.


Emily.
27 tahun.
Anak tionghua.
Marketing executive di tempat kerja saya.
Berbahasa mandarin, english dan melayu. Cukup sabar. Namanya juga kerja.
Dan sejak seminggu kemaren, Emily turun pangkat. Mahu tak mahu terpaksa ditukarkan ke department yang lain.
Kerjanya tak cuma promotion untuk courses yang baru, tapi untuk program graduates after degree yang belum bekerja. A free courses, free certificate in many skills,  with free allowance; Rm500 per month. Lumayan sekali.
Dan pasti 90% darinya orang Melayu.
Dan sejak seminggu kelmarin saya paham kenapa orang Melayu ramai yang menganggur. Kenapa?
Of course. Difficulty in English. Di sini tak mungkin akan ada bos yang sanggup menggajikan pekerja yang tak cuma Yes No Alright Thank You + F*ck You (yang lebih advance belajar English) . Yang penting fluent. Saya juga tak begitu fluent. Memang english is not my mother tounge tapi yang salahnya sekarang; tak ramai yang betul betul confident untuk melatih lidah sendiri berbahasa inggeris. Sebagai orang Melayu, sumpah saya benar-benar malu dengan Emily. Atau teman-teman pejabat yang lain. Berkali-kali anak tionghua ini bertanya " so are you interested in our program?" Saya yakin si penanam-anggur-ditalian terdiam. Dan Emily bertanya lagi, "so miss, are you ok? we can prepare a test for you"
MasyaAllah. I cannot imagine how she can be patient with those people. They are degree holders. They just can say yes or no. Dan tak mungkin ada higher institution dengan bahasa Melayu as main language. Dan jawapan yang diterima ialah, " boleh tak awak cakap bahasa melayu. Saya tak paham-lah".
Dan tak kurang, ada yang berminat tapi betul-betul takut menjawab. Alasan: saya tak boleh berbahasa inggeris dan malu kalau tersalah cakap.
Tak cuma seorang tapi lebih dari 100 orang dengan jawapan yang sama. Hmmm?






Posted at 02:21 am by tapakrasa
Comment (1)  

Wednesday, August 23, 2006
Saya lupa.

"Hidup tak semestinya di bawah" kata saya waktu makan siang secara tiba-tiba.
Memang. Memang tak akan bawah selamanya. Sekarang saya di atas. Sarjana yang boleh dibanggakan. Kerja yang bagus, dengan gaji yang cukup. Mampu tinggal di rumah sendiri. Tapi,,,
Tapi saya pernah berada di level yang paling bawah sekali. Bawah dan bawah.
Tahap kemiskinan yang melampau, tanpa makanan, beras dan baju yang tak pernah berganti.
No electricity, No water, No food, cuma ada beras sama garam. Atau minyak sisa gorengan yang entah berapa lama  jadi lauk kami sekeluarga.  Entah itu ubat kuat  atau  mungkin emak sudah lali dengan susahnya hidup, atau mungkin malangnya menjadi isteri yang ditinggalkan waktu masih hamil 5 bulan? Dengan 4 orang anak perempuan, tidak boleh membaca maupun menulis, tak banyak arah tujuan hidup emak.
Apa yang saya tahu waktu itu? Masih berenang2 di dalam perut emak. Dan ceritanya semalam berjaya meneteskan air mata saya yang tak henti-henti. Saya lupa. Memang saya lupa saya pernah makan pisang rebus untuk seminggu. Saya lupa saat saya 8 bulan di dalam perut emak, saya masih di dalam air sawah. Saya lupa peristiwa waktu senja, saya,emak dan kakak diusir dari rumah. Saya lupa rasa garam dan nasi. Saya lupa rumah saya berlantaikan kayu yang hampir roboh dan beratap rumbia. Saya lupa pelukan emak malam kakak terakhir saya bernikah. Saya lupa emak tanggungjawab terakhir saya.
Saya lupa waktu saya diketawakan di dalam kelas gara-gara status saya "anak yang ditinggalkan dan bukan yatim". Dan scholarship saya ditolak bulat-bulat. Saya lupa saat saya berjalan lebih dari 3 kilometer dari rumah untuk ke sekolah dan bangun seawal jam 4 pagi. Saya lupa pernah diusir kerana menonton tv di rumah tetangga. Saya lupa saya pernah di bawah. Semalam saya pernah lupa. Lupa untuk cuma 1 detik saat saya berkata "emak, saya tidak sanggup  lagi".

Lalu emak menangis.

Buat emak: Emak, maafkan saya. Memang, anakmu pelupa.

Posted at 01:58 am by tapakrasa
Comments (3)  

Monday, July 03, 2006
Bu Maryati


Entah apa yang tak dapat saya lupakan. Makan pecel lele di kedai Warisan? Ato nasi goreng gila? atau, Waktu dia manggung di Kemang atau melihat dia dari jendela kaca Dunkin?Atau saat dia pulang dari mesjid?
Mungkin.
Atau dia yang bangun pagi langsung ke kamar atas?
Atau hari terakhir kami menonton di Taman Anggrek?
Atau Bu Maryati?
Ya. Saya tak dapat lupakan Bu Maryati. Bukan Cintah.
Masih ingat sosok Bu Maryati nyuci lantai.
Masih ingat bau tempe goreng Bu Maryati jam 11 pagi.
Dan masih jelas sosok Bu Maryati yang lagi nyuci baju di kamar mandi.
Saya kangen Bu Maryati. Betul.

:P



Posted at 03:12 am by tapakrasa
Comments (7)  

Sunday, April 23, 2006
My day

You just dont hate Monday, but you hate your days {recently}
I wake up in the morning,
I brush my teeth with facial cleanser,
I wash my face with toothpaste,
I listen to KT Tunstall - Black horse and the cherry tree.
I got 3 big big big big pimples on my forehead and I just dont care,
I read all my 1039 bulkmail and i ignore all my job,
and i really enjoy reading my bulkmail:

Ween, enhance your penis.
Ween, we know you are single!
Ween, be champion in your bedroom.
Ween, your kids need your attention.
Ween, Ween, Ween,,,

What else?



Posted at 07:53 pm by tapakrasa
Make a comment  

Wednesday, April 05, 2006
bulan kuda lumping

lpr. kuda lumping.


Posted at 03:30 am by tapakrasa
Comment (1)  

Tuesday, March 28, 2006
begitu dem sekali .

Dear obesiti,

Kalau nak bertambah pun tunggu la 10 tahun lagi ke, 15 tahun lagi ke, jangan la sekarang, plis. Lemak, kau sangat dem! Sempat ke lemak ni berkurang untuk 2 bulan dari sekarang? Biar kelihatan cantik depan mak mertua plis.

Ya Tuhanku,
Saya mahu kurus.
Mahu.
Mau...
Mahu...
mauuuuuu.......

kurr.                                us......................

Posted at 02:04 am by tapakrasa
Make a comment  

Monday, February 20, 2006
Hari indah


Setengah dari postingan ini saya tulis di bandara. Pake pena ijau cintah.
P/s: Cintah, kamu sadar ga pena ijau km ada dlm tas aku ;)

Sebak dan gerimisnya hati saya melihat pesawat Cintah dari jauh. Saya di ujung bandara menunggu
pesawat saya jam 9 malam. Dan saya masih punya 4 jam lagi untuk berangkat.
Dan jam segitu pastinya Cintah sudah di rumah.
Saya membuka helaian pertama novel Ayat-Ayat Cinta. Memang pas sekali. Panasnya sama.
"Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi"
Air mata saya tumpah atas helaian pertama menjadi tumpuk-tumpuk basah. Jaket pemberian Cintah saya peluk erat. Baunya masih melekat.
Kilas balik memori saya selama 3 hari bersama Cintah.
Jumat, tanggal 17 Februari bermulanya hari indah saya.
Jam setengah 11 saya siap sampai dulu di bandara. It's a long journey. Dua tas hitam saya tak terasa beratnya.
Dan tak terniat di hati untuk duduk menunggu. Saya lebih rela berdiri.
Terasa waktu terhenti-henti. Tiap orang yang lewat saya tatap penuh. Bukan Cintah. Bukan Cintah. Dan memang bukan Cintah.
Saya bisa saja menunggu 4 bulan untuk pertemuan ini.
Tetapi kenapa 4 jam ini terasa berat?
Jam setengah 4 saya masih berdiri. Dan jantung berhenti berdetak saat saya melihat memang Cintah dari jauh.
Saya langsung berlari mendapatkan Cintah, memeluk, dan dibalas erat.
Memang itu Cintah. Saya paling senang saat dia ngelucu. Saat dia ketawa, dan tiap kata-katanya membuat saya senang.
21, 38, 45. 16, 30,19, 25? Tak pasti berapa. Dia bisa menjadi siapa saja. He's my colours.
Lapar dan lelah saya hilang saat menatap Cintah. Saya mendapat begitu banyak kejutan. Tak menyangka, boneka singa yang saya belikan buat Cintah,
dibalas dengan boneka singa juga,tapi di dalamnya ada kejutan yang lain. Terharu, anting2 S W saya yang patah dulu diganti lagi.
Begitu banyak kejutan dari Cintah. Tapi yang lebih berarti sebenarnya lebih dari itu. Saya tak terharu diganti anting-anting huruf lagi,tapi terharu kalau kuping kanan saya
ada nama dan dipakaikan Cintah. Dan, tak dapat saya ucapkan sebarang kata-kata saat saya dipakaikan kalung yang dititip ibunya.
Terima kasih ibu.
Dan buat Cintah, apalah artinya sebuah buku yang bagus jika dinilai dari kesungguhan Cintah yang saya tahu dari awal tak suka membaca ;).
Apalah artinya isi buku yang bagus kalau ada penanda buku desain dari foto kita dan saya tahu tiap pemberian dari Cintah lebih sejuta ikhlasnya.
Apalah juga artinya kaos biru itu tanpa desain dari kata-kata cinta kita ;)
Ah. Tiap detik itu berarti. Masih ingat saat kita bergandengan tangan yang erat melewati lampu neon, dan jalan penuh sesak dengan bule dan turis yang laen?
Masih ingat saat kita makan di warung jalanan? Atau makan nasi di foodcourt itu? Masih ingat saat kita duduk ngobrol di depan Planet Holiwud sambil ketawa dan ngebahas future?
Masih ingat saat kita ketawa bersama sambil nyanyi lagu-lagu jaman dulu di bawah pohon? Saat-saat itu indah tau! ;)
Dan malam itu saya jatuh sakit, kecapean, dan Cintah keluar sendiri ke toko di bawah belikan obat.
Saya: "Bawa paspor kamu yank".
Cintah: "Ouh ia yah"
Saya: "Beliin aku panadol sama ENO, E. N . O. Kamu tau kan? Beli yang biru sama yang ijo yah cintah".
Cintah: " ENO? Eno Netral?"
Saya :  :P
Saat saya sakit, Cintah masih bisa membuat saya ketawa.
Dan Cintah langsung buru-buru keluar bersama tas bali-nya. Lalu Cintah :-*
Lebih dari sejuta kenangan saya bersama Cintah. Lebih dari sejuta kata-kata Cintah untuk meyakinkan saya bahwa "CUMA DIA"
"emang orang laen tau payahnya aku kalo ween ngambek?"
Dan semoga, Cintah tak hanya pulang bersama kebaya biru buat nyokap.
Tapi pulang bersama niat saya yang tulus untuk hubungan yang lebih serius.
Tak pulang bersama cerita ketemu Tante Yuli dan teman SMP di stasiun ya yank ;)
Tak harus bersedih untuk pilihan tepat, tapi harus lebih serius untuk bisa hidup bersama.
Amin.
Terima Kasih Cintah.
Aku sayang kamu.


Posted at 09:47 pm by tapakrasa
Comments (6)  

Tuesday, February 14, 2006
Bertemu

Jadi begini nih kalau ada pertemuan. Tiap-tiap org mau keliatan cantik. Uh begitu kuch kuch ho ta hey skali. Aih. Critanya saya akan melewati wiken paling sibuk sejagat raya. Terima kasih Air Asia. (akan saya balas segala rasa kangen yang pernah ada).

"mereka-reka rencana,apa kita akan buat,jika ada perjumpaan..woo hooooo hoooo"

(cintah,lagunya bikin turn off ga si? :D)


Posted at 10:35 pm by tapakrasa
Make a comment  

Next Page

Image hosted by Photobucket.com

<< May 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed